Proses

Mengawali artikel ini saya ingin membagi  sebuah cerita tentang 2 bongkah  batu marmer yang belum di asah. 2 Bongkah batu marmer ini kita sebut saja Tono dan Tony, suatu kali ada seorang pemahat profesional yang ingin memahat batu ini menjadi sebuah patung yang begitu indah nantinya. Kedua batu ini, Tono dan Tony mulai di pahat oleh pemahat tadi, perlahan tapi pasti sang pemahat mulai mengerjakannya dipahat, digosok, dan sebagainya. Suatu hari Tony protes kepada sang pemahat, katanya “Hei pemahat, aku tak mau lagi dipahat, sakit sekali badanku ini. Tak sanggup lagi aku engkau pukul dengan palu dan engkau gosok – gosok tubuhku, lebih baik aku engkau potong dan jadikan aku lantai marmer saja mungkin sakitnya tak lebih dari pahatan.”
Akhirnya pemahat tersebut mengerjakan apa yang diminta Tony, marmer Tony mulai dipotong dan jadilah lantai marmer, sedangkan Tono masih tetap dipahat, dogosok sampai halus dan mengkilap. Hingga suatu hari jadilah keduanya, Alhasil Tony yang meminta untuk menjadi lantai marmer dia dinjak – injak orang setiap harinya, harganya pun tak sampai 40 ribu per meter. Sedangkan Tono yang tetap setia dan berjuang menahan sakit untuk dipahat jadilah dia patung yang begitu indah, dia diletakan di sebuah tempat untuk dipamerkan kepada banyak orang dan menjadi “Masterpiece” bagi pemahatnya, semua orang melihat patung Tono, bahkan ada yang ingin membelinya seharga 1 M, ada  yang menawar 2 M bahkan 3 M, tapi oleh sang pemahat patung tersebut tidak dijual karena begitu berharga hingga tak ternilai. 

Sahabatku,
Mungkin cerita diatas hanyalah fiktif tapi mari kita lihat arti dari cerita tersebut. Cerita tersebut ingin memberitau kepada kita betapa  pentingnya sebuah proses, ya... proses yang harus dijalani Tono untuk menjadi patung yang tak ternilai harganya.
Banyak orang didunia ini tak lagi mementingkan proses untuk mencapai kesuksesan, semua ingin serba instan, mie instan, kopi instan, bahkan untuk lulus S1 instan hanya perlu uang tak lebih dari 50 juta untuk mendapatkan gelar sarjana tanpa mengikuti kuliah selama 4 tahun hanya butuh waktu semalam untuk mendapatkan gelar sarjana yang ilegal. Luar Biasa...
Tetapi apakah segala sesuatu yang instan akan menjadi baik hasilnya, tentu tidak. Seperti tony yang ingin segera cepat jadi tak ingin diproses, akhirnya hanya jadi lantai yang di injak-injak orang. Pertannyaanya Apa itu proses? Seberapa pentingkah proses itu? Mengapa kita harus melawati proses?. Baik kita jawab satu per satu.

Apa itu Proses ?
Menurut Wikipedia, Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya.
Proses adalah serangkaian langkah sistematis, atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulangkali, untuk mencapai hasil yang diinginkan. Jika ditempuh, setiap tahapan itu secara konsisten mengarah pada hasil yang diinginkan.
So, pada dasarnya proses adalah cara, langkah, tahapan untuk mencapai hasil – hasil tertentu (dan saya tambahkan sedikit) dan didalamnya terdapat pengorbanan.

Seberapa pentingkah proses itu?
Hidup adalah proses, jadi proses sepenting hidup anda. Manusia hidup menjalani sebuah proses, proses kehidupan. Mulai dia dilahirkan, menjadi balita, anak-anak, tumbuh menjadi remaja, ABG, dewasa dan menjadi tua. Itulah proses yang pasti terjadi dalam hidup kita, kita tak bisa menolak karena semua orang pasti melaluinya. Tapi dalam hal mencapai sesuatu banyak orang tak mau melewati proses, mereka ingin segera membuahkan hasil, seperti dari anak-anak ingin segera dewasa. Apa yang terjadi bila kita ingin segera cepat, bisa jadi seperti halnya seseorang yang naik tangga dan ingin langsung ke anak tangga yang ke 5, anda bisa bayangkan sendiri kan? (ya... parah-parahnya kesleo terus bengkak, ngak bisa jalan 1 – 2 minggu). Itu lah yang terjadi dalam kehidupan seorang bila tak mau melewati proses.

Mengapa kita harus melewati proses?
Karena semua orang yang ingin sukses pasti melewati proses. Orang – orang sukses yang pernah saya temui selalu melewati proses mungkin 5 – 10 tahun ia berjuang merubah kehidupannya bahkan ada yang sampai belasan tahun. Banyak hal terjadi ketika melewati proses, mulai dari rasa sakit, ditolak, gagal, jatuh, bahkan hampir saja putus asa, tapi semua itu terbayar ketika apa yang mereka perjuangkan membuahkan hasil. Saya melihat banyak orang sukses yang melewati proses, kesuksesannya lebih kekal dibanding yang instan. Semakin banyak kita melewati proses, semakin dekat kita dengan kesuksesan yang ingin kita raih.

Sahabatku, proses menuju kesuksesan yang sebenarnya memanglah tidak mudah, semua butuh pengorbanan, rasa sakit, jatuh bangun akan kita alami, tapi keadaaan seperti itulah yang akan menempa, memahat kita menjadi dan menghasilkan sebuah maha karya yang Luar Biasa.  Beranikah anda melewati proses ini? Jawabanya akan anda temukan ketika anda telah memulainya. Jangan buang waktu lagi, SEKARANG SAATNYA !!!

Kebanjiran

Dikisahkan ada seorang pemuda yang rajin berdoa, tak pernah melawatkan satu waktu pun untuk berdoa biarpun dia sibuk sekalipun. Kepercayaannya akan Tuhan sangatlah besar, dan ia sangat percaya bahwa Tuhan akan mendampingi dia setiap hari dan menyelamatkan dia bila terjadi musibah.
Tiba – tiba hujan lebat datang menguyur kota tempat tinggal pemuda beriman itu, lambat laun banjir pun terjadi mulai dari setinggi mata kaki, lalu setinggi lutut. Beruntunglah pemuda itu karena ia memiliki rumah yang bertingkat, akhirnya ia pergi ke lantai 2 rumahnya dan amanlah ia disana. Tapi hujan lebat dan badai membuat sungai di sekitar rumahnya meluap sehingga banjir besarpun datang dan menghabiskan lantai 1 rumahnya, tetangganya yang semula juga bertahan dilantai 2 rumahnya mulai megungsi ke tempat penggungsian, tapi pemuda beriman itu tidak mau meninggalkan rumahnya biarpun sudah berkali – kali tetangganya memaksanya agar ikut mengungsi. Bukan karena ia tidak rela meniggalkan rumahnya tetapi ia percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Hari berikutnya pemuda itu masih di rumahnya seorang diri tanpa tetangga 1 pun dan banjir mulai naik hingga lantai dua rumahnya. Pemuda itu akhirnya pindah keatap karena lantai 2 rumahnya sudah tertupun banjir.
Setelah beberapa jam di atas atap datanglah tim SAR dengan perahu karet. Berkatalah salah satu anggota tim SAR itu kepada pemuda itu, “Mas, ayo cepat naik ke perahu, kami akan membawamu ke tempat yang lebih aman.” Pemuda itu menolah dan menjawab,”Tidak Pak, Tuhan akan menolong saya.” Pergilah tim SAR itu setelah merayu pemuda itu.
Bertahan diatas atap selama semalam dan menanti pertolongan Tuhan tetap dilakukan pemuda itu padahal air sudah naik keatas atapnya dan sampai ke dada pemuda itu. Dengan badan setangah di air dan setengah didarat pemuda itu masih menunggu pertolongan Tuhan. Tak lama datanglah tim SAR dengan helikopter dan meneriaki pemuda itu, “Mas, kami akan turunkan tangga dan cepatlah naik.” Berkali – kali tin SAR  berteriak agar pemuda itu naik, berkali – kali pula pemuda itu menjawab, “Tidak, Tuhan akan menolong dan menyelamtkan saya.”
Singkat cerita tenggelamlah dan lalu meninggal pemuda itu dan bertemu dengan Tuhan. Dengan nada yang kesal pemuda itu bertanya, “Tuhan, selama hidupku aku telah menaati perintahmu, pergi ke gereka, membantu orang, berbuat baik, adil, saling mengasihi, dan aku percaya padamu, tetapi saat aku tenggelam mengapa engkau tak datang menolongku?” Tuhan menjawab,”Anakku, aku tahu kamu selalu menaati segala perintahku, menjahui semua yang aku larang, kamu rajin memuji dan memuliakan nama Ku dan Aku telah menolongmu, yang pertama aku kirim seorang tetangga yang baik yang ingin menemanimu pergi ketempat pengungsian, kedua aku mengirim tim SAR dan perahu untuk menolongmu, dan yang ketiga aku mengirim Helikopter untuk menyelamtkanmu, tapi kamu tak mau menerimanya.”

Pembaca yang luar biasa sebuah kisah konyol yang telah anda baca tadi mungkin sempat membuat anda tersenyum geli melihat tingkah pemuda itu. Tapi mari kita lihat sekeliling kita bahkan diri kita pun kadang atau berkali – kali juga bertingah seperti pemuda tadi. Mari kita renungkan sejenak yang pertama, kerap kali yang kita lakukan hanya percaya dan berdoa terus kepada Tuhan. Memang berdoa dan percaya sangatlah penting dalam hidup kita, tetapi tidak semua waktu pikiran kita hanya untuk berdoa tanpa sebuah tindakan. Jadi hidup haruslah seimbang berdoa dan bekerja. Lalu mana dulu yang harus dilakukan? Berdoa? Atau bekerja? Kedua hal tersebut harus dilakukan bersama seperti kata pepatah “ORA ET LABORA”, yang artinya “BERDOA SAMBIL BEKERJA”.
Yang kedua kita seringkali meminta kepada Tuhan apa yang kita inginkan, menjadi orang sukses, berhasil, menjadi orang berpengaruh di masyarakat dan kelompoknya, menginginkan nilai yang bagus dalam ujian. Betul? Dan anda merasa Tuhan tidak memberikan jalan satu pun untuk keinginkan anda? Kalau itu yang anda pikirkan itu sangatlah salah. Tuhan memberikan kita banyak kesempatan untuk mengabulkan segala keinginan kita, sama halnya seperti pemuda tadi yang diberi 3x kesempatan oleh Tuhan tapi ditolaknya. Tuhan setiap hari memberikan kita banyak sekali kesempatan untuk mewujudkan keinginan anda bahkan anda diberi waktu 24 jam sehari bukan? Tetapi setiap kesempatan datang anda menolaknya padahal jika anda mengambil kesempatan tersebut mungkin ada satu impian anda yang akan terwujud.
Mari mulai saat ini kita biasakan hidup kita lebih seimbang, Berdoa sambil bekerja dan berani mengambil setiap kali kesempatan datang pada kita, ingat kata orang bijak kesempatan hanya datang sekali, mungkin ada yang kedua tapi pasti beda dan yang pertamalah yang terbaik. Semoga kisah ini menemberikan inspirasi untuk anda, dan tak ada maksud untuk menggurui, hanya sekedar berbagi, semoga berkenan di hati.