LEMPARAN BATU


Dikisahkan ada seorang pengendara mobil yang sedang melewati sebuah jalan di malam hari tiba – tiba ada seseorang yang melepari mobilnya dengan batu. Dengan perasaaan marah dan jengkel si pengendara mobil itu turun dari mobil itu dan dilihatya seorang anak kecil yang sedang memegang batu, ya... anak itu lah yang melempari batu ke mobil tersebut. Si pengendara bertanya kepada anak itu, “Mengapa kamu melempari mobilku dengan batu?”. Jawab anak itu, “Pak, sejak tadi saya berteriak dan meminta mobil – mobil yang lewat untuk berhenti tetapi tak satu pun mobil itu berhenti. Maka dari itu  saya harus melepar batu agar ada mobil  yang berhenti dan menolong adik saya yang tertabrak.” Akhirnya mulailah banyak orang berdatangan untuk menolong adik yang tertabrak itu.

Dari kisah ini kita belajar untuk mau membantu orang lain sebelum ada lemparang batu yang mengenai kehidupan kita. Lemparang batu itu bisa berupa masalah – masalah yang datang dalam hidup kita, kegagalan – kegagalan dalam usaha, bahkan musibah yang tidak bisa kita hindarkan. Selagi kondisi kita masih prima mari kita membantu sesama kita yang membutuhkan.

Membantu sesama bukanlah hal yang sult dan mustahil, bahkan disaat kita tak memiliki apapun. Punyailah niat kepedulian dan hati untuk sesama maka apapun itu bisa menjadi karya yang berdampak bagi orang disekitar kita. 

Keajaiban Nyanyian Kakak


Seperti ibu pada umumnya, ketika Karin mengetahui bahwa dirinya mengandung, ia sebisa mungkin membantu putranya, Mikael, yang masih berumur 3 tahun, mempersiapkan diri untuk kehadiran seorang adik. Beberapa bulan kemudian, diketahui bahwa bayi dalam kandungan Karin berjenis kelamin perempuan. Setiap harinya, siang dan malam, Mikael bernyanyi untuk adiknya di dalam perut Karin.

Waktu melahirkan pun tiba. Namun, dalam proses melahirkan itu terjadi komplikasi, sehingga memakan waktu berjam-jam. Meski adik kecil Mikael dapat lahir dengan selamat, kondisinya sangat lemah. Ia harus masuk ke bagian ICU Neonatal.

Keadaannya makin buruk. Dokter spesialis anak memberi tahu perkembangan kondisi bayi pada Karin dan suaminya, "Harapannya sangat kecil. Bersiaplah menghadapi yang terburuk." Setelah mendengar berita itu, Karin dan suaminya menghubungi pemakaman setempat untuk memesan lahan makam. 
Sementara itu, Mikael terus-terusan merengek ingin bernyanyi untuk adiknya; tapi anak-anak tidak diperbolehkan masuk ke ruang ICU. Meski begitu, Karin mengambil keputusan bulat. Ia mengajak masuk Mikael meski perawat melarangnya. Kepala perawat lalu mengenali dia dan berteriak menegur, "Bawa keluar anak itu sekarang! Anak-anak tidak boleh masuk!"

Jiwa keibuan muncul dalam diri Karin. Perempuan yang biasanya lemah lembut itu memberikan tatapan tajam pada kepala perawat, bibirnya menunjukkan kebulatan tekadnya. "Dia tidak akan pergi sampai dia bernyanyi untuk adiknya!" Karin pun menggandeng Mikael mendekati sisi tempat tidur adiknya. Mikael menatap adiknya, yang terlihat menderita. Lalu, ia mulai bernyanyi:

"Kau adalah mentariku, satu-satunya mentariku, kau membuatku bahagia ketika langit gelap...."

Adik kecil itu memberikan reaksi. Denyut nadinya mulai menjadi tenang dan teratur.

Mikael masih terus menyanyi. "Kau tak pernah tahu, adik, betapa aku mencintaimu. Tolong janganlah pergi...." Napas adik kecil yang putus-putus dan tak teratur menjadi teratur seperti dengkuran anak kucing.

Nyanyian Mikael terus berlanjut. "Semalam, adikku, waktu aku tidur, aku bermimpi kau ada dalam pelukanku...." Adik kecil Mikael terlihat tenang dan sepertinya kondisinya mulai pulih.

Mikael belum berhenti menyanyi. Air mata terlihat mulai mengalir di wajah kepala perawat itu. Sementara, wajah Karin tampak cerah. "Kau adalah mentariku, satu-satunya mentariku. Janganlah pergi dariku."

Rencana pemakaman akhirnya dibatalkan. Keesokan harinya, adik kecil itu sudah boleh pulang!

Nyanyian Mikael lalu disebut "Keajaiban Nyanyian Kakak." Para perawat di rumah sakit itu menyebutnya sebuah keajaiban. Karin menyebutnya sebuah keajaiban kasih karunia Tuhan!

Jangan pernah menyerah dengan orang-orang yang kita kasihi. Cinta itu punya kekuatan yang luar biasa besar. Mungkin saat ini, kondisi salah satu anggota keluarga kita sedang tidak sehat atau tengah dirundung masalah. Tetaplah berusaha mendukung mereka (doa, dukungan moral/semangat, dll) semampu kita. Apapun yang keluar dari dalam hati akan mendatangkan begitu banyak keajaiban.